FLU BABI (SWINE INFLUENZA)

PENDAHULUAN
Influenza babi merupakan penyakit saluran pernafasan yang dapat menyebar secara cepat, berasal dari babiyang disebabkan oleh beberapa jenis virus influeza A babi. Virus influenza C dapat juga menyebabkan flu babi sehingga salah satu stragtegi untuk mengurangi angka kejadian dengan vaksin beberapa jenis virus influenza.
Penyebaran virus flu babi pada manusia sangat jarang, tetapi dapat ditularkan kepada manusia melalui transmisi dari babi yang terinfeksi atau lingkungan yang mengandung virus influenza kepada manusia langsung. Apabia virus sudah berkembang pada manusia, maka dapat menyebar ke manusia lain seperti virus flu biasa.



1. Pendahuluan

SEJARAH
Berdasarkan sejarahnya angka kejadian yang tinggi flu babi pernah terjadi pada tahun 1918 di Spanyol,  yang kemudian menular hingga 1/3 populasi dunia (500 juta penduduk) dan menyebabkan kematian hingga 50 juta orang. Pada saat itu hubungan antara flu babi dan flu burung belum dapat diketahui. Jawaban penyebab adalah virus H1N1 baru dapat diketahui pada tahun 1930. Tahun 1976 terjadi penyebaran infeksi di New Jersey, mengenai 200 orang, sebagian berat dan terdapat satu kematian.
Pada manusia derajat beratnya infeksi flu babi dapat terjadi dari ringan sampai berat. Tahun 2005 sampai 2009 terjadi kasus flu babi di AS sebanyak 12 orang, tetapi tidak sampai terjadi kematian. Semenjak kejadian ini dikembangkanlah vaksin H1N1
Pada tahun 2009, tepatnya 18 Maret, dilaporkan kembali flu babi di Mexiko, dan terjadi penyebaran yang cepat dengan diketahui jenis virus adalah H1N1 influenza A. pencarian kasus dan penatalaksanaan nya terus dilakukan sehingga pada 5 Mei 2009 sudah diketahui terdapat 600 kasus H1N1, dengan 25 kematian.
11 Juni 2009, WHO telah mengeluarkan peringatan adanya infeksi yang mendunia (pandemi) virus flu babi, karena sudah didapatkan kasus positif di Amerika Utara sampai Australia, Inggris, Argentina, Cili, Spanyol dan Jepang.  Pada 1 September 2009 WHO telah mendapatkan hasil pencarian, didapatkan lebih dari 200.000 orang di lebih dari 100 negara terinfeksi virus flu babi, dengan 2185 kematian.
Begitu luas dan mematikannya flu babi ini, tetapi dari penelitian didapatkan angka kematian hanya sebesar 1 – 4 % dari seluruh kasus.

GEJALA
Gejala penderita flu babi, hampir sama dengan penderita influenza biasa. Sehingga didiagnosa kemungkinan flu babi bila didapatkan gangguan pernafasan berat yang tiba-tiba, disertai minimal dua tanda berikut, yaitu : demam, batuk, nyeri menelan, nyeri-nyeri seluruh badan, sakit kepala, demam dan mengigil, mual dan muntah.  Penderita dengan gejal-gejala tersebut harus segera mengghubungi petugas kesehatan. Apabila didapatkan antivirus, maka harus diberikan dalam 48 jam setelah gejala awal timbul. Lama sakit berkisar 4 – 6 hari. Pada anak akan didapatkan gejala yang lebih berat yaitu sulit bernafas, pernafasan cepat, kebiruan, dehidrasi, gangguan kesadaran dan tidak bisa tenang.
PENTALAKSANAAN
Penatalaksanaan terutama untuk mengurangi gejala dan bedrest (istirahat di tempat tidur), menkonsumsi banyak cairan, obat anti batuk, anti nyeri dan anti demam. Pada kasus yang berat membutuhkan hidrasi melalui infus dan bila diperlukan bantuan nafas dengan mesin. Antivirus dapat digunakan sebagai terapi atau pencegahan. Penderita yang merasa sakit harus berada di dalam rumah, menghindari orang sakit lainnya, sering mencuci tangan, hindari memegang mata, hidung dan mulut. CDC merekomendasikan beberapa tindakan berikut apabila virus H1N1 menyebar pada suatu komunitas, yaitu :
1.    Isolasi di dalam rumah
Penderita yang merasa mulai sakit dengan gejala-gejala flu, harus segera istirahat di dalam rumah selama 7 hari atau sampi 24 jam setelah gejala menghilang. Penderita harus melaporkan kondisinya setiap hari ke tenaga kesehatan. Penderita yang mengalami gangguan pernafasan berat harus segera dilarikan ke rumah sakit. Apabila harus keluar rumah diharuskan menggunakan masker untuk mengurangi kemungkinan penyebaran. Anggota keluarga di rumah harus melalukan kontrol infeksi termasuk cuci tangan dengan sabun dan alkohol, dan penderita harus menggunakan masker dan jarak minimal dari orang lain 6 kaki ( 3 meter).
2.    Anggota keluarga yang tidak sakit
Tetap di rumah pada awal-awal adanya gejala. Kurangi kontak dengan komunitas lainnya untuk memperkecil penularan. Tunjuk salah satu keluarga untuk memberikan perawatan terhadap penderita.
3.    Penutupan sementara sekolah dan fasilitas anak
4.    Penjauhan secara sosial.
Acara perkumpulan pada komunitas yang didalamnya sudah didapatkan kemungkinan flu babi harus ditiadakan untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

PENGOBATAN
Pemberian pengobatan antivirus diberikan pada seseorang dengan ditemukan H1N1 berdasarkan pemeriksaan laboratorium, berupa oseltamivir dan zanamir, selain itu juga obat ini berdasarkan CDC dapat diberikan tidak hanya sebagai terapi, juga sebagai pencegahan.  Pemberian vaksin influenza yang biasa diberikan pada sebelum musim flu dan juga obat antivirus lain (amatadine, rimantadine) tidak di rekomendasikan karena dapat menyebabkan resisten terhadap golongan virus lainnya.
Berdasarkan WHO pemberian antivirus yang direkomendasikan adalah oseltamivir, begitu gejala sudah mulai timbul, ataupun gejala sudah berat. Apabila pemberian oseltamivir tidak memungkinkan karena ada penyakit pemberat, dapat diberikan obat zanamivir sesegera mungkin tanpa menunggu hasil laboratorium, pemberian ini juga dapat diberikan pada penderita dengan kehamilan, semua usia termasuk anak dan balita.
Penderita dengan sakit yang berat, WHO merekomendasikan pemberian oseltamivir dan zanamivir, diberikan sesegera mungkin. Perburukan ditandai dengan terjadinya infeksi berat paru, dimana akan terjadi kerusakan hebat jaringan paru yang tidak berespon terhadap antibiotik, kegagalan fungsi organ termasuk hati, ginjal dan hati. Penderita dengan kasus berat ini membutuhkan perawatan ICU.
 Pemberian terapi paling baik bila diberikan dalam 48 jam setelah timbulnnya gejala, beberapa penelitian dengan pemberian ini akan mengurangi angka kematian dan juga lamanya perawatan di rumah sakit. Rokmendasi pemberian obat antiviral selama 5 hari.
Pemberian profilaktik (pencegahan) dapat diberikan pada seseorang (sebelum atau sesudah terpapar tetapi belum menimbulkan gejala) :
•    Keluarga dekat yang kontak dengan penderita yang diduga atau positif flu babi, dengan faktor resiko pemberat (penyakit kronis, usia > 65 th atau < 5 th, wanita hamil).
•    Anak sekolah yang dekat dengan penderita.
•    Berpergian ke daerah tinggi angka kejadian flu babi dengan faktor resiko pemberat.
•    Tenaga kesehatan yang berhubungan dengan penderita dan tidak menggunakan alat pelindung yang baik.
•    Penderita yang mendapatkan pemberian kemoprofilaktik sebelumnya untuk menghindari komplikasi influenza dan kontak dengan seseorang yang dicurigai menderita flu.
Profilaktik sebelum terpapar diberikan pada seseorang dengan kriteria sebagai berikut :
•    Tenaga kesehatan dengan faktor resiko tinggi terjadi komplikasi (penyakit kronis, usia > 65 th, hamil).
•    Seseorang yang akan berpergian ke daerah tinggi angka kejadian flu babi.

Apakah obat antivirus ?
1.    Oseltamivir (tamiflu)
Menghambat neurominidase, berupa glikoprotein yang berada pada permukaan virus yang akan menyebabkan pecahnya sel yang mengandung virus. Sehingga pemberian obat ini akan mengurangi penyebaran virus dalam tubuh.





2.    Zanamivir (relenza)
Memiliki sifat yang sama dengan osetamivir tetapi pemberian berupa inhalasi, sehingga penderita dengan gangguan pernafasan lebih baik diberikan osetamivir.

Vaksin antivirus apa saja?
Vaksin virus influenza A bisa didapatkan dalam 2 bentuk yaitu injeksi dan inhalasi. Kedua vaksin ini akan mengaktivasi tubuh manusia untuk memproduksi antibodi dalam tubuh. Dipergunakan dalam mengatasi penyebaran virus influenza A pada saat pandemik 2009.
sumber : http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?mod=pubInformasiPenyakit&idMenuKiri=56&idSelected=1&idInfo=30&page=

0 Comment "FLU BABI (SWINE INFLUENZA)"

Posting Komentar

Thank you for your comments